Jumat, 09 Mei 2008

BUKU HARIAN
Hatiku pasi, ya Rabbi
kuserahkan sisa potongan musim silam
sementara aku belum paham
siapa saja yang akan lagi menyayat nafasku
menggali riwayatku
menganiaya buku harianku
membantai sejarahku
mengoyak luka lamaku

Riwayat kukebumikan rapat di pusara waktu
sementara aku belum paham
ketika Engkau memucatkan jiwaku
menambah catatan buku harianku
sebelum kutumpuk menjadi monumen
abadi

1 komentar:

Anonim mengatakan...

bagus bagus puisinya...
great ....

Bunda

di Mrapen