ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA, ADIWICARA
Menyombongkan keelokan badan atau wajah, menyombongkan besarnya tubuh atau garis keturunan, menyombongkan ilmu atau pengetahuannya, dan menyombongkan kelihaian berbicara.
ADOH TANPA WANGENAN CEDHAK DATAN SENGGOLAN
Jauh tanpa ukuran dekat tidak senggolan. Pepatah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan keberadaan kekasih. Orang yang tengah dilanda cinta biasanya akan merasa kangen terus dengan orang yang dicintai. Jika sang kekasih tidak berada di sisinya, memang terasa begitu jauh. Namun, di balik itu sesungguhnya sang kekasih juga sangat dekat dengan dirinya, yakni berada di dalam hatinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kekasih itu berada jauh namun sesungguhnya jua sangat dekat, namun tidak bisa bersentuhan.
AJINING RAGA DUMUNUNG ANA ING BUSANA
Secara harfiah pepatah ini berarti harga diri tubuh terletak pada pakaian. Pepatah ini ingin menyatakan bahwa jika seseorang berbusana dengan sembarangan di sembarang tempat maka jati dirinya tidak akan dihargai oleh orang lain.
AMEMAYU HAYUNING BUWANA
Secara harfiah berati mempercantik kecantikan dunia. Pepatah ini menyarankan setiap manusia dapat menjadi agen bagi tujuan itu. Bukan hanya mempercantik atau membuat indah kondisi dunia dalam pengertian lahir batin, namun juga bisa membuat hayu dalam pengertian rahayu ’selamat’ dan sejahtera.
ANCIK-ANCIK PUCUKING ERI
Secara harfiah berarti bertumpu pada ujung duri. Secara lebih luas pepatah ini ingin menyatakan keadaan yang begitu gawat, kritis, dan nyaris tidak tertolong lagi. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan seseorang yang bertumpu pada ujung duri.
ASU BELANG KALUNG WANG
Secara harfiah berarti anjing belang berkalung uang. Secara lebih jauh pepatah ini menggambarkan keadaan orang yang secara visual buruk atau secara sosial tidak mempunyai peringkat yang tinggi, namun ia memiliki kekayaan yang berlimpah.
DIJUPUK IWAKE AJA NGANTI BUTHEG BANYUNE
Secara harfiah berarti diambil ikannya jangan sampai keruh airnya. Pepatah ini secara luas menyangkutkan persoalannya pada pengambilan kebijaksanaan atau penyelesaian masalah yang diidealkan jangan sampai menimbulkan korban atau masalah baru.
GELEM JAMURE EMOH WATANGE
Secara harfiah berarti mau jamurnya tidak mau bangkainya. Pepatah ini secara luas ingin menggambarkan keadaan [seseorang] yang hanya mau enaknya tetapi tidak mau jerih payahnya.
Rabu, 12 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar